Jumat, 24 Oktober 2014

TUMBAL


Sinar rembulan kembali menyinari malamku. Aku mulai memikirkan perkataan temanku untuk liburan kerumah neneknya. “huh... kenapa aku tak di izinkan untuk liburan oleh orang tuaku” rutukku kesal. Akhirnya aku pun memutuskan tidur untuk menghilangkan masalahku ini. Aku pun tidur  dan seketika aku setengah tersadar dari tidurku ada seseorang yang mengetuk pintuku. Aku bingung itu mimpi atau kenyataan. Orang tua ku tiba – tiba mengizinkanku untuk liburan bersama teman – temanku dan anehnya morang tuaku sudah membereskan barang bawaanku untuk pergi liburan dan yang membuatku tambah binung aku men-iya-kan saja.

Dengan langkah masih setengah sadar dari tidur aku pun menaiki mobil teman ku yang anehnya lagi ternyata suasana saat itu sudah pagi padahal aku baru tidur hanya terasa sebentar. Aku tak memusingkan itu yang ku pikirkan sekarang hanya liburan untuk menghilangkan sejenak beban dipikranku. Selama perjalanan aku hanya terlelap tidur karena terlalu mengantuk.

Aku dan teman – temanku pun sampai. Kami berjumlah 6 orang yaitu Nanda, Chara, Chitra, Bobbi, Reno, dan aku sendiri Rara. Kami pun memasuki rumah neneknya Chara. Saat aku memasuki rumah tersebut terasa ada yang aneh karena didalam rumah itu banyak sekali barang – barang antik yang sangat kuno. Aku pun tak ambil pusing, toh banyak orang yng mengoleksi barang – barang antik bukan ?.



Kami pun ditunjukan kamar yang akan kami tempati selama liburan disini. Sesudah itu aku mengambil pakaianku untuk segera mandi setelah mandi dan berpakaian, aku kembali menuju kamar , akan tetapi tanpa sengaja aku menjatuhkan suatu barang yaitu tusuk konde dan merusak tempatnya sehinga terbelah menjadi dua. Karena takut dimarahi aku pun mengambilnya untuk dibenarkan tempatnya saat sudah kembali dari liburan. Tiba – tiba sekelebat cahaya lewat dibelakangku aku pun merasa bulu kudukku merinding.

Aku pun buru –buru menuju kamar dan menyembunyikan barang yang kujatuhkan tadi. Saat dikamar aku melihat sekelebat cahaya yang kulihat tadi, kartena takut aku pun segera keluar dari kamar itu dan menuju ruang makan. Selesai makan aku dan teman –temanku sedang membicarakan tentang pasar malam yang diadakan di daerah ini. Kami pun segera memutuskan kesana sesudah mahgrib.

Saat aku sudah berpakaian untuk menuju ke pasar malam itu, aku pun mencoba tusuk konde tersebut dan lagi – lagi aku melihat sekelebat cahaya yang tadi siang ku lihat. Setelah semuanya sudah rapi kami pun menuju ke pasar malam tersebut. Saat sudah sampai disana aku pun merasa aneh kenapa pasar malam kok ada pentas jaipongan ? aku tak pernah tahu tentang hal ini. Aku pun tak memusingkan hal itu. Aku dan teman –teman ku berpencar karena kami ingin mengunjungi wahana masing – masing. Aku, bobbi, dan Chara menuju ke wahana adu nyali sedangkan Chitra, Nanda, dan Reno melihat pertunjukkan jaipongan.

Aku, bobbi, dan Chara pun memasuki wahana tersebut mencari jalan keluar dari wahana ini. setelah berhasil keluar tiba - tiba pasar malam tersebut menjadi sepi dari pengunjung.

Tiba - Tiba Chara berlari menuju ke arah kami dengan raut sedih. "Chara lo kenapa ?" tanya ku. "Reno sama Nanda, ra di tiba - tiba hilang" kata Chara. "ya udah kita cari aja sama- sama" kata bobbi. sekitar 1 jam menyari aku dan bobbi menemukan nanda dan reno tak bernyawa. aku pun menangis dan merasa bingung kenapa ini bisa terjadi ?

Chara pun menghampiri kami bersama neneknya, dan yang mebuatku bingung kenapa dia bersama neneknya bukan bersama Chitra. "Char, chitra mana " tanyaku heran. "ouh Chitra gak tau kemana mati kali ikut nanda sama reno" katanya. "Ra, lo gila ya mana Chitra" tanya bobbi.

"lo mau tau mereka dimana, hah ?....... gua bunuh mereka semua untuk tumbal pasar malam ini dan karena lo Ra" jawab Chara. "kok gua Char ? gua kenapa ?" tanya ku bingung. "h lo gak tau apa pura-pura gak tau ? lo ngerusakin tempat tusuk konde nenek gua dan lo make tuh tusuk konde, asal lo tau kalo ada orang yang make itu tusuk konde orang itu akan mati" katanya. Aku pun sedikit tertegun dengan perkataan itu. “lo harus terima itu ra lo harus mati karena lo terlalu banyak tau tentang rahasia pasra malam ini” katanya. Dan saat dia ingin membunuhku, tiba – tiba ia jatuh. Ternyata ia di bunuh oleh neneknya sendiri. Aku pun semakin histeris dengan keadaan ini dan bobbi pun berusaha menenangkan ku. “Cu, maafin tindakan Chara ya, ini salah nenek semua karena nenek pernah menceritakan kisah tusuk konde itu dan tiba – tiba neneknya Chara menghilang. Aku pun kaget sekali dan segera Bobbi mengajakku menuju rumah nenenknya Chara, alangkah kagetnya aku ternyata, rumah itu adalah rumah yang sudah terbakar cukup lama yang meninggalkan pondasinya saja. Tanpa berpikir panjang aku pun segera membawa pakaianku. Aku pun berhenti sejenak dan mendekat ke Bobbi. “Bob, lo tau gak siapa yang menyebabkan ini semua” tanyaku. Bobbi pun menggelengkan kepala “hah, lo gak tau ? lo mau tau gak ? sebenarnya gua yang menyebatkan ini semua” jawabku sambil mengambil tusuk konde di rambutku dan aku pun menusukkannya ke perut Bobbi sehingga ia tak bernyawa. Tiba – tiba nenek itu pun muncul “nek, kita berhasil menyelesaikan tugas ini !!!!”.

- See more at : http://bit.ly/1yt2irk

0 komentar:

Posting Komentar