• Cerita Janggal Bag. 1 s/d 10

    Buat yang lagi bosen, nih ene share beberapa cerita janggal yang mempunyai teka-teki dibalik ceritanya. Oke langsung aja dibaca yah, kalo udah tau apa kejanggalanya taro di komen aja [...]

  • TUMBAL

    Sinar rembulan kembali menyinari malamku. Aku mulai memikirkan perkataan temanku untuk liburan kerumah neneknya. “huh... kenapa aku tak di izinkan untuk liburan oleh orang tuaku” rutukku kesal. Akhirnya aku pun memutuskan tidur untuk menghilangkan masalahku ini. Aku pun tidur dan seketika aku setengah tersadar dari tidurku ada seseorang yang mengetuk pintuku. Aku bingung itu mimpi atau kenyataan. continued [...]

  • Jebakan Psikopat

    Siang akhir - akhir ini terasa semakin panas, benar - benar panas hingga rumput di lapangan mengering hingga tersisa tanah merah yang mulai retak - retak. Bangku - bangku papan yang biasanya di ramaikan oleh anak - anak muda komplek Blok B kini tampak sepi sepanjang harinya, [...]

Temani malam mu dengan Keberanian, Dekati hatimu dengan Keimanan !

Jumat, 24 Oktober 2014

Come Here !! Come Here !!

Note : Semua Scary Game yang telah saya publikasikan , termasuk ini, akan bermain dengan kekuatan supranatural. Efek yang ditimbulkan jika memainkan Scray Game ini  akan berkepanjangan dan tidak berhenti bahkan setelah kalian menghentikan permainan. Silahkan mencoba dengan resiko sendiri. Saya tidak bertanggung jawab terhadap apapun yang akan terjadi.





Tingkat Bahaya  
  • Unknown / Tak diketahui


Apa-apa yang dibutuhkan  : 
  • Sebuah ruangan yg mempunyai lemari dan sebuah lilin

 Cara Bermain :
  • Pastikan rumah kalian dalam keadaan kosong. Matikan semua lampu di dalam rumah. 
  • Pergi ke kamar yang sudah disediakan. Nyalakan lilin dan katakan berulang-ulang, "Come here, come here" sambil memutari ruangan. 
  • Sambil masih mengucapkan kata-katadi atas, putari terus seluruh sudut rumah. 
  • Kembali ke kamar kosong. Sembunyi dalam lemari dan matikan lilin. Tunggu apa yang akan terjadi.



Note : Tak diketahui apa yang akan terjadi setelah ini. Yang pasti karena kalian telah mengundang "sesuatu", dia akan datang. 

Talking To The Chair

Note : Semua Scary Game yang telah saya publikasikan , termasuk ini, akan bermain dengan kekuatan supranatural. Efek yang ditimbulkan jika memainkan Scray Game ini  akan berkepanjangan dan tidak berhenti bahkan setelah kalian menghentikan permainan. Silahkan mencoba dengan resiko sendiri. Saya tidak bertanggung jawab terhadap apapun yang akan terjadi.



Tingkat Bahaya

  • Medium / Menengah


Apa-apa yang dibutuhkan

  • Ruangan kosong yg sepi,  dan dua buah kursi


Cara Bermain :


  • Pada tengah malam, masuk ke ruangan yang telah disiapkan. Letakkan dua buah kursi yang sudah kalian siapkan dalam posisi berhadapan. Matikan semua lampu, termasuk hp dan jam yang ada.
  • Duduklah di salah satu kursi tersebut. 
  • Mulailah berbicara kepada kursi kosong di hadapan kalian. Bicaralah tentang apapun. Kalian bisa curhat, mendongeng, masalah kalian, atau apapun yang lain selama ceritanya menarik dan membuat siapapun yang mendengarnya merasa betah. 
  • Setelah beberapa saat, kalian akan merasakan bahwa kalian tidak sendirian, dan sesuatu sedang duduk di kursi di hadapan kalian.
  • (Beberapa sumber mengatakan kalian harus meminum segelas air mineral dengan sehelai rambut kalian sebelum melakukan nomor satu, tapi tidak jelas tujuannya apa.)



Cara Menghentikan Permainan :

  • Tidak ada cara mengakhiri permainan ini.


Note : Game ini tidak terlalu berbahaya selama kalian tidak mengeluarkan ucapan kotor, mengumpat, dan hal-hal tidak sopan lainnya. Siapapun yang datang dihadapan kalian, hanya ingin mendengarkan cerita kalian.

Jejak Paranormal 16 Agustus 2014 - Penampakan Terjelas di Rusun Depok


Jejak Paranormal 16 Agustus 2014 - Penampakan Terjelas di Rusun Depok

Jebakan Psikopat


Siang akhir - akhir ini terasa semakin panas, benar - benar panas hingga rumput di lapangan mengering hingga tersisa tanah merah yang mulai retak - retak. Bangku - bangku papan yang biasanya di ramaikan oleh anak - anak muda komplek Blok B kini tampak sepi sepanjang harinya, beberapa arena bermain di taman juga sepi. Ini semua karena panas. di tengah kota besar seperti ini memang sulit menemukan kesejukan.

Pagi kembali menjelang. Hari pertama musim panas. Florence membuka pintu rumahnya mengambil beberapa surat dan koran di kotak posnya.

"Ini koran untuk ayah" sambil meletakan koran di meja makan.  



"Ini surat dari nenek, Bu" Surat itu juga ia letakkan begitu saja di meja makan tepat di depan ibunya.

"Wah tidak biasa - biasanya aku dapat surat." Florence membuka suarat yang ada di amplop coklat yang terbungkus rapi itu. itu surat dari Jane.

hai sepupuku. rumah ku akan sepi selama beberapa hari. jika kau    ingin berlibur. datanglah. udara disini pastinya lebih sejuk dengan di kota tempat mu tinggal. hahaha. kunci rumah ada di dalam amplop surat ini juga. aku tahu kau akan datang.  bye

Florence membaca surat itu dengan malasnya. "hah. sombong sekali Jane. tapii daripada liburan ini tidak ada kegiatan ada baiknya juga kesana. akan ku ajak temanku juga." ia hanya berbisik dalam hati sambil menyantap sarapannya dengan perlahan.

"Ibu, Ayah. besok aku akan ke rumah Jane. sekalian untuk menjaga rumahnya yang besar itu." Florence.

"Ya itu terserahmu saja, kau yang akan pergi." Ayah Florence. Ia menghabiskan sarapannya dengan cepat dan bergegas pergi bekerja.

"Yasudahlah, berapa lama kau akan menginap disana ??". Ibu Florence.

"Yaa, mungkin hanya beberapa hari saja, Bu." Florence.

" Baiklah. ibu mengerti." Ibu Florence.



"hallo Jake, apa besok kau ada acara"

"hello Allen, apa kau besok ada acara"

"hey Bryan, bisakah besok kau ikut

"hey Santi, apa kau besok bisa ikut"

Florence meng - email mereka semua. Lama ia menunggu jawaban dari teman - temannya itu. hingga datang beberapa E - mail.

Jake : aku tidak ada acara. ada apa

Allen : kau mau mengajak ku kemana ??

Bryan : ke mana ??

Santi : aku pasti ikut. di sini membosankan. jadi bagaimana cara kita bertemu besok ??

Florence membuka e - mail itu satu persatu.

"ke tempat yang pasti lebih menyenangkan dari kota yang panas ini" Florence mengirimkan kata - kata itu ke semua. tidak perlu menunggu lama, balasan pun datang. " baiklah aku ikut." begitu lah rata - rata jawaban mereka.

Esok harinya semua sudah siap. bahkan matahari bersinar cerah. Florence mulai menyalakan mesin mobilnya untuk menjemput teman - temannya yang jarak rumah mereka hanya beberapa blok saja dengan rumah Florence. mereka memulai perjalanannya. Jalanan tidak macet sedikitpun. mobil pun dapat berjalan kencang tanpa hambatan. Mobil memasuki daerah pegunungan, yang tampak bukanlah perumahan lagi. Tetapi villa - villa besar yang bertengger di pinggir tebing batu. Tidak butuh waktu lama, mobil masuk jalan kecil tanpa aspal, tetapi pemandangan rumput ilalang di kanan kiri jalan tidak terlalu mengecewakan. Mereka melewati beberapa lumbung gandum hingga sampai di dekat sebuah danau yang di kelilingi oleh pohon pinus yang tumbuh lebat. di sana terdapat sebuah rumah besar bergaya classic yang berdiri kokoh diatas tebing danau. “Tak salah lagi itu rumah Jane”, senyum Florence. mereka turun dari mobil.

"Wahh besar sekali rumah ini" Bryan. ia melongo ke seluruh penjuru rumah dan halaman yang luas.

Florence membuka pintu dengan kunci yang diberikan Jane melalui suratnya.

"Ternyata luar dan dalam rumah ini benar - benar mengesanka. lihat ornamen - ornamen itu. dan ada mini barnya juga!! ini pasti istana. sepupumu pasti orang yang benar - benar kaya Flo" Allen.

"Dimana kamar mandinya. sejak tadi aku ingin buang air" Bryan.

"Di sana di bawah tangga" Florence menunjuk sebuah pintu kecil di bawah tangga.

"Disini benar - benar sejuk" Jake merebahkan badannya ke sofa.

"Ya kau benar dan lebih sejuk lagi jika Flo menyiapkan kita minuman. haha" Santi.

"Baiklah. di sini semua tersedia" Florence.

Semua mulai membiasakan dengan suasana. Sore menjelang, cahaya matahari mulai menghilang di antara barisan pohon pinus, lampu - lampu mulai menyala, gelap datang.

"Membosankan jika kita tak melakukan apa - apa" Bryan.

"Ya kau benar juga. Hemm, bagaiman jika kita menceritakan kisah - kisah seram" Jake.

" Ya ide bagus, dan lebih bagus jika ruangan ini remang" Florence. Ia mematikan lampu utama ruang tengah.

"Baiklah kau yang mengajak, kau yang mulai duluan Jake" Bryan.

"Ya baiklah, Aku punya satu cerita. Ini adalah cerita hantu bayangan, di suatu villa ada lima remaja yang sedang berlibur, mereka selalu berpesta tiap malam. Di suatu malam listrik di villa itu padam. mereka bosan, benar - benar bosan mereka menyalakan lilin dan pergi ke kamarnya masing - masing. Di malam itu juga angin bertiup kencang. dinginnya lebih mencekam dari malam - malam sebelumnya. Satu di antara mereka adalah seorang penakut ia keluar dari kamarnya dan pergi ke kamar temannya. Ia mengetuk pintu itu. namun tak ada jawaban. Ia mengetuknya lebih kencang tapi tak ada jawaban juga, pada akhirnya ia mencoba membuka pintu itu sendiri. tidak terkunci !!, Ia masuk dan melihat temannya itu telah mati dengan kedua tangan mencekik lehernya sendiri. Ia menjerit, lalu berlari ke kamar berikutnya, sama saja dengan kamar berikutnya Ia mengetuknya beberapa kali tapi seperti sebelumnya tidak ada jawaban. Ia kini dihampiri ketakutan yang besar dalam dirinya takut terjadi kejadian mengerikan yang barusan Ia lihat. kembali Ia buka pintu itu sendiri. berdecit pelan, ia buka perlahan, dan dilihatnya darah. Darah - darah itu bertumpahan di lantai dan di dinding. Ia melihat temannya itu mati dengan keadaan menusuk dirinya sendiri. Ia tak bisa menahan ketakutannya. Ia berlari menjauh dan dapat menebak temannya yang terakhir pastilah juga mati. Tapi Ia masih bertanya - tanya apa yang terjadi pada teman - temannya itu. sambil menahan air matanya Ia berlari ke kamar berikutnya dan masih tetap berharap temannya yang lain masih hidup" Jake.

"Hah membosankan, aku mau mandi saja lah, ada air hangat kan Flo" Allen.

"Ya di kamar mandi atas. disana juga ada bath tub" Florence. Allen pergi ke atas.

"Lanjutkanlah ceritanya Jake" Santi.

"Baiklah. Ia berlari terus hingga tiba di depan kamar temannya yg lain. Ia membuka pintu kamar berikutnya. Tak ada siapapun di kamar itu, hanya ada selimut yang masih rapi. Tapi balkonnya terbuka, Ia menuju kesana. Dan tragis, temannya itu tergantung didinding tebing dengan beberapa luka dikepala. Ia semakin pucat dan cepat - cepat keluar dari kamar itu. Ia kembali membuka pintu kamar dan" Jake. Tiba - tiba mati lampu.

"Ada apa ini Flo" Santi.

"Ku rasa generatornya" Florence.

"Oh iya apa di kamar mandi tidak mati lampu. Allen sejak tadi masih belum keluar kamar mandi" Bryan.

"Mungkin sebentar lagi. aku akan kebelakang untuk menyalakan generatornya kembali" Florence.

"Aku ikut dengan mu, Flo" Jake.

"Aku akan ke kamar mandi. kurasa Allen tertidur di bath tub" Santi.

"Aku akan cari senter" Bryan.

mereka semua berpencar mengerjakan pekerjaannya masing - masing."Aaaaaaaaaa" jeritan Santi terdengar ke seluruh penjuru ruangan. Bryan, Jake, dan Florence berlari untuk tahu apa  yang terjadi. Mereka bertiga menhentikan langkahnya. Mereka melihat Santi menangis sambil mendekap mukanya di pojok kamar mandi. Ia menangis. Jake membuka sekat bath tub. Allen telah mati, tubuhnya terbujur kaku dalam air busa yang sudah dingin. Matanya tak dapat ditutup lagi, terbelalak seperti habis melihat sesuatu yang mengeriksn. Jake mencoba menutup mata Florence agar Ia tak melihat kejadian mengenaskan itu. Bryan mencoba mencari sumber kematian Allen. Terdapat potongan tembaga kabel yang terjatuh kedalam bath tub.

"Ini pasti kecelakaan, ada kabel aktif yang terjatuh ke dalam sini" Bryan mengambil sebuah kabel merah yang terjatuh ke dalam bak mandi itu.

"Tapi dia mati !! Bryan."Santi mendongakan kepalanya. Florence mencoba terus menenangkan Santi.

"Ayo kita ke ruang tengah di sana kau mungkin bisa tenang." Florence.

"Ia dibunuh Flo, Aku dapat merasakannya, ini semua pasti karna kita menceritakan hal - hal seram tadi. makhluk itu pasti masih mencari korban lainnya" Santi berbisik pada Florence. Florence menatap Santi sebentar dan mencoba menopang tubuh santi yang lemas setelah melihat kejadian buruk itu.

"Ayo Bryan kita mesti memindahkannya ke tempat yang lebih layak, ambil bed cover di kamar sebelah. cepat"Jake.

 Ia masih menelisik mengapa itu semua dapat terjadi semua begitu hening. tak ada jeritan sama sekali. Ia menatap wajah terkejut Allen yang kini telah menjadi mayat, dalam keremangan senter, sangat sulit menemukan alasan itu. Bryan datang membawa bed cover. dengan hati - hati Jake menarik kepala Allen hingga Bryan dapat mengangkat tubuh Allen tanpa menyentuh air yang masih terdapat kandungan listrik itu. Mereka cepat - cepat menutup mayat Allen dengan bed cover. setelah rapi, mereka meninggalkannya di tempat kejadian. Mereka berdua bergegas ke ruang tengah.

"Kita harus telpon polisi" Jake.

"Kau benar, di mana telpon di rumah ini" Bryan.

"Di atas. tepat di ujung koridor" Florance.

"Tak adakah yang lebih dekat ??" Bryan.

"Tak ada. hanya itu yang dapat menelpon keluar daerah komplek" Florence.

"Tidak ada lagi yang berpisah !!" Santi. " kematian Allen bukanlah kecelakaan, pasti ada hantu di rumah ini" Lanjutnya.

"Kau terlalu terbawa cerita Jake, Santi" Bryan. Santi menatap tajam Bryan.

"Kau mungkin yang berikutnya" Santi.

"Aku tidak takut dengan yang seperti itu. Aku akan ke atas dan menyelesaikan semua ini" Bryan.

"Aku ikut dengan mu" Jake.

"Jangan, kau lebih dibutuhkan disini, Jake" Bryan.

Ia melawati beberapa anak tangga. cahaya senternya akhirnya hilang di ujung anak tangga itu. Bryan menemukan telpon itu dan memasukan nomor polisi terdekat. nada sambung berbunyi. terdengar suara langkah kaki.

"Jake, apa itu kau ??" Bryan menyenter ke arah sumber suara. langkah kaki itu kian dekat dengannya.

"Jake, ini sudah tidak lucu" Bryan. Jantungnya berdetak kencang. sekelabat benang melewati tubuhnya, benang yang sangat tajam dan cepat, hingga Bryan tak menyadari tubuhnya terpotong !. Darah menyembur keluar, Ia tergeletak tanpa sempat berteriak sedikitpun. "Hallo" suara dari telpon terus menjawab. dan akhirnya ditutup kembali.

"Lama sekali dia, ada apa ini" Jake. "Bryan !!"  ia berteriak dari atas untuk memanggilnya tapi tak berhasil. tak ada jawaban dari Bryan.

"Dia pasti sudah mati !" Santi. Florence dan Jake menoleh ke Santi yang tengah meringkuk di antara mereka.

"Aku akan keatas" Jake.

"Tidak kau tapi kita Jake. tidak ada yang boleh berpisah kali ini" Florence.

"Ini sudah mulai menakutkan" lanjutnya. mereka bertiga naik ke atas. Jake yang memimpin.

"Bryan ?, Bryan ?..." Jake terus memanggil nama Bryan hingga ia menginjak cairan berwarna merah.

"ini darah" Jake. "Bryaaaannn .." ia berlari ke arah telpon dan benar dugaan Santi.

Bryan mati, tubuhnya mengenaskan. Florence ingin muntah di buatnya.

"Lebih baik kita pergi dari rumah ini sekarang !!" Florence. mereka  bergegas berlari menuju garasi tempat Florence menyimpan mobilnya.

"Sial Garasinya terbuka.!!" Florence. "dan mobil ku, hilang !!!.." lanjutnya.

"Tidak, mobil mu tidak hilang. Lihat di tebing jurang danau itu." Santi menunjuk sebuah mobil merah yang tersangkut diantara dahan pinus." habislah kita" lanjutnya.

Mereka bertiga kehabisan akal. "hanya pagi hari waktu kita untuk meninggalkan tempat ini" Jake. "pada malam hari di luar maupun di dalam sama saja bahayanya" lanjutnya.

"Kau benar, sebaiknya kita ke ruang generator untuk menyalakan seluruh lampu.

"Apa kalian berdua sudah gila. sudah dua orang teman kita tewas di dalam sana dan kita akan masuk lagi !!" Santi.

"Ya hanya itu caranya. dengan keadaan terang kita bisa lebihh mudah melihat sekitar kita" Jake.

"Jake benar Santi. diluar pun bisa jadi lebih berbahaya dengan di dalam" Florence. mereka akhirnya bersepakat untuk ke ruang generator.

"Dimana ruangan itu Flo" Jake.

"Di ruang belakang rumah ini" Florence.

"Baiklah kita kesana" Jake.

Mereka berjalan beriringan dengan rapat, tak ada satupun yang ingin terpisah. Ruang tamu kini terasa mencekam. Sangat mencekam. Ruang di dalam rumah lebih dingin dengan di luar rumah. Seakan - akan ruangan ini terdapat banyak mata yang terus mengamati mereka tiap saat. Ruangan sempit dan gelap berdiri reot di depan mereka. Pintunya masih dari kayu. Benar - benar berbeda dengan suasana rumah yang lebih modern. Jake membuka pintunya. Ia mencoba menyalakan generatornya tapi tak bisa. Ia terus mencoba tapi tidak bisa.

"Ayolah Jake, perasaanku mulai tidak enak." Santi. Jake terus mencoba.

"Ssslup" Santi tersungkur. pisau daging menancap kuat tepat di kepalanya. Mata Jake terbelalak. Florence menjerit kencang. Mereka berdua menoleh kebelakang. tidak ada siapa - siapa, mereka berdua berlari menghambur keluar, tak peduli gelap. Jake memegang tangan Florence dan berlari sekencang - kencangnya keluar dari tempat itu. Florence menengok kebelakang, tampak sekelebat bayangan hitam. Lalu sebuah belati muncul dari kegelapan. "Jake menunduk !!" mereka menunduk belati itu hanya menancap di dinding kayu rumah. Mereka berlari kembali menuju garasi dan keluar dari garasi. Melewati semak ilalang dengan banyak jangkrik yang beterbangan. Terdengar suara semak terbuka di belakang mereka gerakannya cepat sekali. Namun mereka lebih cepat hingga akhirnya mencapai ujung semak ilalang itu. Mereka melihat lumbung gandum, mereka kesana dan juga terlihat ada sebuah gubuk kecil yang mereka berharap di sana ada orang. Mereka kembali, berlari..berlari.. dan berlari. Tak letih sedikitpun hingga tiba di sebuah gubuk tua dengan lampu menyala terang. Jake mengetuk pintu dengan keras. Florence terus melihat kebelakang, mengawasi. Pintu terbuka. Mereka mulai tenang, pemilik gubuk itu adalah orang tua yang tinggal sendiri menjaga ladang gandumnya.

"Syukurlah" Jake. mereka berdua berleringat dingin.

"Ada apa nak, kalian nampak kacau. masuk lah " kakek tua.

"Terima kasih pak" Jake.

"Biar ku buatkan teh untuk kalian agar kalian tenang" kakek tua itu bergegas membuatkan teh untuk Jake dan Florens.

"Ini minumlah untuk menenangkan diri kalian. Aku akan ambilkan sup untuk kalian" kakek tua.

"Terimaksih pak" mereka berdua lega.

Pak tua itu mengambil dua mangkuk sup. pintu terbuka. "Itu yang kau cari. mereka sudah kuhabisi" pak tua itu.

Jake dan Florens sudah terkapar kaku di meja makan dengan lidah terjulur. pria berjubah hitam itu menyeret mayatnya keluar."Ide racun sianida itu. cukup bagus” Pak tua.

- See more at: http://blog.yess-online.com/psikopat-trap-1#sthash.K3ueW6oX.dpuf

TUMBAL


Sinar rembulan kembali menyinari malamku. Aku mulai memikirkan perkataan temanku untuk liburan kerumah neneknya. “huh... kenapa aku tak di izinkan untuk liburan oleh orang tuaku” rutukku kesal. Akhirnya aku pun memutuskan tidur untuk menghilangkan masalahku ini. Aku pun tidur  dan seketika aku setengah tersadar dari tidurku ada seseorang yang mengetuk pintuku. Aku bingung itu mimpi atau kenyataan. Orang tua ku tiba – tiba mengizinkanku untuk liburan bersama teman – temanku dan anehnya morang tuaku sudah membereskan barang bawaanku untuk pergi liburan dan yang membuatku tambah binung aku men-iya-kan saja.

Dengan langkah masih setengah sadar dari tidur aku pun menaiki mobil teman ku yang anehnya lagi ternyata suasana saat itu sudah pagi padahal aku baru tidur hanya terasa sebentar. Aku tak memusingkan itu yang ku pikirkan sekarang hanya liburan untuk menghilangkan sejenak beban dipikranku. Selama perjalanan aku hanya terlelap tidur karena terlalu mengantuk.

Aku dan teman – temanku pun sampai. Kami berjumlah 6 orang yaitu Nanda, Chara, Chitra, Bobbi, Reno, dan aku sendiri Rara. Kami pun memasuki rumah neneknya Chara. Saat aku memasuki rumah tersebut terasa ada yang aneh karena didalam rumah itu banyak sekali barang – barang antik yang sangat kuno. Aku pun tak ambil pusing, toh banyak orang yng mengoleksi barang – barang antik bukan ?.



Kami pun ditunjukan kamar yang akan kami tempati selama liburan disini. Sesudah itu aku mengambil pakaianku untuk segera mandi setelah mandi dan berpakaian, aku kembali menuju kamar , akan tetapi tanpa sengaja aku menjatuhkan suatu barang yaitu tusuk konde dan merusak tempatnya sehinga terbelah menjadi dua. Karena takut dimarahi aku pun mengambilnya untuk dibenarkan tempatnya saat sudah kembali dari liburan. Tiba – tiba sekelebat cahaya lewat dibelakangku aku pun merasa bulu kudukku merinding.

Aku pun buru –buru menuju kamar dan menyembunyikan barang yang kujatuhkan tadi. Saat dikamar aku melihat sekelebat cahaya yang kulihat tadi, kartena takut aku pun segera keluar dari kamar itu dan menuju ruang makan. Selesai makan aku dan teman –temanku sedang membicarakan tentang pasar malam yang diadakan di daerah ini. Kami pun segera memutuskan kesana sesudah mahgrib.

Saat aku sudah berpakaian untuk menuju ke pasar malam itu, aku pun mencoba tusuk konde tersebut dan lagi – lagi aku melihat sekelebat cahaya yang tadi siang ku lihat. Setelah semuanya sudah rapi kami pun menuju ke pasar malam tersebut. Saat sudah sampai disana aku pun merasa aneh kenapa pasar malam kok ada pentas jaipongan ? aku tak pernah tahu tentang hal ini. Aku pun tak memusingkan hal itu. Aku dan teman –teman ku berpencar karena kami ingin mengunjungi wahana masing – masing. Aku, bobbi, dan Chara menuju ke wahana adu nyali sedangkan Chitra, Nanda, dan Reno melihat pertunjukkan jaipongan.

Aku, bobbi, dan Chara pun memasuki wahana tersebut mencari jalan keluar dari wahana ini. setelah berhasil keluar tiba - tiba pasar malam tersebut menjadi sepi dari pengunjung.

Tiba - Tiba Chara berlari menuju ke arah kami dengan raut sedih. "Chara lo kenapa ?" tanya ku. "Reno sama Nanda, ra di tiba - tiba hilang" kata Chara. "ya udah kita cari aja sama- sama" kata bobbi. sekitar 1 jam menyari aku dan bobbi menemukan nanda dan reno tak bernyawa. aku pun menangis dan merasa bingung kenapa ini bisa terjadi ?

Chara pun menghampiri kami bersama neneknya, dan yang mebuatku bingung kenapa dia bersama neneknya bukan bersama Chitra. "Char, chitra mana " tanyaku heran. "ouh Chitra gak tau kemana mati kali ikut nanda sama reno" katanya. "Ra, lo gila ya mana Chitra" tanya bobbi.

"lo mau tau mereka dimana, hah ?....... gua bunuh mereka semua untuk tumbal pasar malam ini dan karena lo Ra" jawab Chara. "kok gua Char ? gua kenapa ?" tanya ku bingung. "h lo gak tau apa pura-pura gak tau ? lo ngerusakin tempat tusuk konde nenek gua dan lo make tuh tusuk konde, asal lo tau kalo ada orang yang make itu tusuk konde orang itu akan mati" katanya. Aku pun sedikit tertegun dengan perkataan itu. “lo harus terima itu ra lo harus mati karena lo terlalu banyak tau tentang rahasia pasra malam ini” katanya. Dan saat dia ingin membunuhku, tiba – tiba ia jatuh. Ternyata ia di bunuh oleh neneknya sendiri. Aku pun semakin histeris dengan keadaan ini dan bobbi pun berusaha menenangkan ku. “Cu, maafin tindakan Chara ya, ini salah nenek semua karena nenek pernah menceritakan kisah tusuk konde itu dan tiba – tiba neneknya Chara menghilang. Aku pun kaget sekali dan segera Bobbi mengajakku menuju rumah nenenknya Chara, alangkah kagetnya aku ternyata, rumah itu adalah rumah yang sudah terbakar cukup lama yang meninggalkan pondasinya saja. Tanpa berpikir panjang aku pun segera membawa pakaianku. Aku pun berhenti sejenak dan mendekat ke Bobbi. “Bob, lo tau gak siapa yang menyebabkan ini semua” tanyaku. Bobbi pun menggelengkan kepala “hah, lo gak tau ? lo mau tau gak ? sebenarnya gua yang menyebatkan ini semua” jawabku sambil mengambil tusuk konde di rambutku dan aku pun menusukkannya ke perut Bobbi sehingga ia tak bernyawa. Tiba – tiba nenek itu pun muncul “nek, kita berhasil menyelesaikan tugas ini !!!!”.

- See more at : http://bit.ly/1yt2irk

Kamis, 23 Oktober 2014

Cerita Janggal Bag. 11 s/d 25


Cerita 11:

Seorang gadis bernama Lily bercerita kepada teman-temannya kalau dia memiliki rahasia gelap yang telah ia sembunyikan selama bertahun-tahun. Orang tuanya telah dibunuh ketika ia berusia 15 tahun. Ia mengatakan bahwa kakak laki-lakinya menggila dan dan menusuk Ayah dan Ibunya hingga tewas.
Teman-temannya terkejut mendengar cerita menyedihkan dari Lily tersebut. “Aku turut prihatin mendengarnya” kata salah satu temannya. “Lalu apa yang terjadi pada kakakmu?”
“Dia langsung dibekuk polisi” kata Lily. “Setelah melalui persidangan, pada akhirnya kakakku dijatuhi hukuman atas pembunuhan dan akan segera di eksekusi mati. Kau tidak akan percaya betapa sulitnya itu. Aku menjalani hidup dengan penuh kesedihan. Aku tidak bisa makan dan tidur, dan segera ingin melupakan kenanganku yang kelam tersebut. Hingga pada akhirnya aku mengalami depresi berat yang benar-benar membuatku gila , bahkan amnesia yang memerlukan waktuku bertahun-tahun untuk pulih dan bisa menjalani hidup serti biasa lagi”
“Apakah kamu pernah menceritakan kisah ini pada orang lain sebelumnya?” Tanya temannya. “Tidak pernah” sahut Lily. “Aku mulai bertanya-tanya, tapi hal tersebut tidak pernah terjawab. Saat aku menemui kakakku sebelum eksekusi matinya, dia tidak mengucapkan sepatah kata pun. Dia tidak pernah menjelaskan mengapa dia membunuh Ayah dan Ibu kita. Dia hanya memandangku dengan senyuman ketika eksekusi matinya dimulai.”
“Mungkin ada cara untukmu bisa mengetahui semua itu” kata salah satu temannya. “Terserah padamu untuk mengikutinya atau tidak, tapi aku kenal dengan seorang peramal . Dia bisa berkomunikasi dengan arwah, dan mungkin bisa membantumumencari jawaban tersebut.”
Beberapa hari kemudian, Lily memutuskan untuk menemui sang peramal yang disarankan oleh temannya itu, dan berkonsultasi mengenai masa lalunya. Sang peramal mematikan lampunya, menyalakan lilin dan duduk dikursinya sambil menundukkan kepalanya, dan mulai masuk ke alam bawah sadarnya. 
“Sekarang tanyakan padaku apapun yang kau inginkan” bisik sang peramal. Lily lantas menanyakan “Apa yang membuat kakakku kehilangan akalnya?.” Dengan suara lirih sang peramal menjawab “Sebenarnya kakak laki-lakimu itu tidak pernah gila. Dia sepenuhnya sadar.” 
“Lantas apa yang menyebabkan kakakku membunuh kedua orang tuaku?” Tanya Lily. “Kakakmu sebenarnya hanya bertanggung jawab atas kematian satu orang.” Jawab sang peramal. TIba-tiba Lily menyadari semua itu. Dia lalu meneteskan air mata dan mulai menangis tersedu-sedu.

Cerita 12:

Aku hidup di Osaka, Jepang dan sering menggunakan kereta bawah tanah untuk pergi bekerja pada pagi hari. Pada suatu hari, ketika aku sedang menunggu kereta, aku memperhatikan seorang pengemis berdiri pada sudut stasiun, bergumam pada dirinya sendiri ketika orang-orang melintas di depannya. Dia menggenggam sebuah mangkok sambil mengharap belas kasihan orang lain. 
Seorang wanita gendut melintas didepannya dan dengan jelas bisa kudengar pengemis itu mengatakan “Babi.” 
Wow, aku berpikir pada diriku sendiri. Pengemis ini mengejek orang dan masih mengharap belas kasihan dari mereka?. 
Kemudian seorang karyawan berbaju rapi melintas didepannya, dan pengemis itu mengatakan “Manusia.” 
Manusia? Aku tidak bisa membantahnya, jelas-jelas dia adalah manusia.
Keesokan harinya, aku tiba di stasiun lebih awal, dan memutuskan untuk berdiri didekat pengemis itu, dan mendengarkan gumaman anehnya. Lalu seorang pria kurus berjalan didepannya dan pengemis itu berkata “Sapi”
Sapi? Pikirku. Orang ini terlalu kurus untuk disebut sapi. Dia lebih terlihat seperti ayam bagiku.
Beberapa menit kemudian, seorang pria gendut melintas dan pengemis mengatakan, “Kentang”
Kentang? Aku mengira dia akan memanggil orang-orang gendut “Babi”
Pada hari itu, saat bekerja, aku tidak dapat berhenti memikirkan tentang pengemis itu dan kata-katanya yang membingungkan. Mungkin dia memiliki kemampuan aneh, pikirku. Aku menyelidiki tentang pengemis itu berkali-kali, saya sering mendengar dia memanggil orang-orang dengan “Ikan” atau “Kambing” atau “Jagung” atau “Tomat”.
Suatu hari rasa ingin tauku sudah tidak tertahankan lagi, dan aku memutuskan untuk menanyakan langsung padanya. Aku mencoba untuk melintas didepannya, dia melihat ke arahku dan mengatakan “Roti.” Aku meberikan recehan pada mangkuknya dan menanyakannya apakah ia memiliki semacam kemampuan fisik. 
Pengemis itu tersenyum dan mengatakan, “Ya, memang. Aku memiliki kemampuan untuk mengetahui apa yang terakhir orang makan ketika mereka melintas didepanku” Aku tertawa karena aku menyadari bahwa ia benar. Dia mengatakan “Roti”. Hal terakhir yang aku makan saat sarapan sebelum aku berangkat kerja hari ini. Setelah itu pergi dan berhenti untuk mengamatinya lagi.

Cerita 13:

Malam ini sedang hujan deras sekali. Ketika kami sampai pada suatu tempat, aku menghentikan mobilku di depan sebuah terowongan. Temanku dan aku pernah mendengar rumor dan legenda bahwa terowongan ini berhantu. Mereka mengatakan ketika mengendarai mobil dan melintasi terowongan ini pada malam hari, hal yang aneh akan terjadi. Kami kemari untuk mengetes keberanian kami dan memastikan bahwa rumor tersebut benar. Terowongan ini letakknya sangat terpencil dan tidak banyak kendaraan yang melintas. Suasana angker dan menyeramkan langsung kami rasakan begitu memasuki terowongan ini. Aku menjalankan mobil dengan pelan, berharap sesuatu yang aneh benar-benar terjadi, tetapi ketika kita mencapai ujung terowongan kami tidak melihat sesuatu apapun yang mengerikan. Aku dan temanku kecewa. “Ayo kita melintas lagi,” kataku. Teman-temanku setuju dan aku memutar mobilku saat diujung terowongan. Sekali lagi, kita tidak mengalami hal yang aneh. Aku memutar mobilku di dalam terowongan beberapa kali setiap kali kami hendak mencapai ujung. Setelah empat atau lima putaran, salah satu temanku berkata, “Lebih baik kita pulang saja teman-teman.” Kupikir dia benar, lama-kelamaan kami menjadi bosan, dan suara hujan yang turun ke atap mobil kami semakin lama semakin mengganggu kami. 
Akan tetapi ada sesuatu yang aneh dengan nada bicara temanku tersebut. Tepat sebelum kami keluar terowongan, kuhentikan mobilku dan melihat kebelakang. Aku menyadari bahwa salah satu temanku tersebut menggigil dan terlihat ketakutan. Teman-temanku yang lain menatapnya dan bertanya “Apa yang salah denganmu? Apakah kamu melihat sesuatu?” Lalu ia berkata “Apa kamu tidak mendengarnya?” “Mendengar apa?” kataku. Setelah terdiam cukup lama, ia mengatakan “Hujan, suara hujan….”

Cerita 14:

Pada suatu hari ketika aku berumur 6 tahun, adik perempuanku tidak pernah berhenti menangis, dan itu sangat menggangguku. Jadi aku bunuh adikku dan melempar mayatnya kedalam sumur tua yang sudah tidak ada airnya. Keesokan harinya ketika aku menengok ke dalam sumur tersebut, mayatnya menghilang. 
Ketika aku berumur 12 tahun. Aku sedang berdebat dengan teman baikku mengenai masalah yang sepele. Dia membuatku marah, jadi kubunuh saja dia dan melempar mayatnya ke dalam sumur tua itu. Keesokan harinya, ketika aku memeriksa sumur tersebut, mayatnya menghilang
Ketika aku berumur 17 tahun, pacarku hamil. Dan aku tidak ingin menjadi seorang ayah, jadi kubunah dia dan melempar mayatnya ke dalam sumur. Keesokan harinya ketika aku melihat ke dalam sumur, mayatnya menghilang.
Ketika aku berumur 25 tahun, aku bekerja pada sebuah kantor dan boss ku sangat kasar terhadapku. Aku sudah tidak tahan lagi, jadi kubunuh dia dan melempar mayatnya ke dalam sumur.. keesokan harinya, mayatnya menghilang.
Ketika aku berumur 34 tahun, Ibuku sakit dan berbaring di tempat tidur sepanjang waktu. Aku tidak mau mengurusnya, jadi kubunuh Ibuku dan melempar mayatnya ke dalam sumur. Keesokan harinya ketika aku melihat ke dalam sumur, mayatnya masih berada disana. Aku selalu memeriksa ke dalam sumur itu setiap hari tetapi mayat ibuku tidak pernah menghilang.

Cerita 15: 

Aku benar-benar merindukan kakak perempuanku. Aku berumur 8 tahun dan kakakku 12 tahun. Aku hidup dalam keluarga yang sangat miskin, aku dan kakakku selalu mengenakan baju yang sama setiap harinya dan teman-teman sekolah kami selalu mengejek kami setiap waktu. Tahun lalu kakakku melarikan diri dari rumah. Walaupun kami selalu berbagi tempat tidur, dia tidak pernah mengatakan padaku bahwa ia akan melarikan diri. Jika aku mengetahuinya, aku mungkin akan memintanya untuk membawaku pergi bersamanya. Ketika ku bangun pada pagi harinya, ibuku mengatakan padaku bahwa kakakku menghilang. Orang tuaku telah mencarinya dimanapun namun tidak berhasil ditemukan. 
Tidak lama setelah itu, Ibuku mengatakan padaku bahwa ia menang lotre. Ayahku mengatakan bahwa ia menemukan tiket itu di tempat pembuangan sampah. Ketika aku melihat semua uang yang ada di dalam koper, aku berpikir bahwa semua masalah kemiskinan yang kami hadapi akan berakhir. Ternyata aku salah, orang tuaku sesegera mungkin pergi ke pasar swalayan, Ayahku membeli mobil baru dan sebuah televise yang besar. Ibuku membeli pakaian baru dan banyak perhiasan. Akan tetapi mereka tidak membelikan aku apapun.
“Apa yang terjadi ketika semua uang habis?” tanyaku kepada mereka.
“Tidak perlu cemas,” sahut Ibuku. “Kami masih memilikimu.
Aku rasa mereka benar-benar masih menyayangiku bukan?

Cerita 16:

Aku tak habis pikir bagaimana kerja polisi di kota tempat tinggalku.akhir2 ini banyak kejadian pembunuhan dan pembunuhnya belum tertangkap.tempo hari ada seorang wanita yang dibunuh di dekat pabrik tekstil di pinggir kota.dia ditusuk dengan sebuah pisau pembelah es.pisau itupun membuat orang awam pun bergidik...pisau itu terdapat gantungan tengkorak manusia...hal itu membuat ibuku takut untuk keluar rumah,tapi aku mengatakan bahwa tidak akan apa2 bila berhati hati..tapi ibuku tetap khawatir karena dia yakin polisi tidak mampu berbuat apa2...
duh bagaimana polisi ini...kata ibuku barang bukti alat pembunuhnya pun belum ketemu..

Cerita 17:

Istriku telah meninggal pada bulan april kemarin...aku sangat mencintainya...kemudian malam itu aku mencoba bernostalgia dengan membuka lemari baju istriku...banyak baju yang indah yang sering dikenakannya semasa dia hidup...tiba2 kutemukan buku diary miliknya..kubaca hingga halaman terakhir...dan beginilah isinya..
02/14:hidupku baru saja dimulai bersamamu
02/28:aku hanya diciptakan untukmu
03/20:kematian tak akan sanggup memisahkan kita
03/25:aku tak akan pernah melepasmu
04/10:aku tak punya banyak waktu lagi
05/05:apakah kamu mengerti?....
Aku pun membacanya berulang ulang,tapi aku tetap tak tahu apa maksud dari istriku...

Cerita 18:

Aku bersama istri dan kedua anakku ingin pergi pulang ke kampung halamanku di desa terpencil di kaki sebuah gunung,di tengah jalan anak2ku kelaparan sehingga kamipun sepakat turun untuk makan di restoran di sepanjang jalan...tiba di sebuah restoran,kamipun meminta sopir berhenti...
selagi kami makan ada berita di tv restoran tentang kecelakaan bus yang terkena batuan longsor dari gunung...kecelakaan itu ternyata bus yang kami tumpangi tadi dan terjadi tak jauh dari lokasi kami...
dengan santai istriku bilang...seharusnya kita tidak turun dari bus itu tadi...
akupun terkejut dan bilang...apa maksudmu?apa kau ingin mati?...
tapi sejenak aku berpikir dan kemudian berkata...ya ternyata kau benar..kita tidak seharusnya turun dari bus itu..

Cerita 19:

Ku bolak balik halaman koran lokal yang sedang kubaca..tak ada yang menarik..hanya berita politik basi dan pembunuhan berantai..Gak ada yang asik nih...
Lalu di halaman iklan kulihat ada toko baru yang menjual benda2 seni..ada diskon 30% untuk pembelian dalam minggu ini..boleh nih pikirku..
Kulangkahkan kaki ke toko tersebut..tokonya ternyata cukup kecil namun benda2 di dalamnya cukup lengkap..ada patung2 hewan dan benda2 lainnya..sepintas kulihat beberapa patung berbentuk kepala manusia di bagian paling atas rak etalase. Kuambil patung berbentuk burung hantu dan kubawa ke kasir. Aku tanya ke kasir "siapa yang membuat patung2 disini". Dia menjawab pemilik toko ini yang membuatnya. "Wah mirip sekali ya patung2 disini dengan aslinya, apa ya rahasianya". Kasir itu menjawabku sambil berbisik "Patung2 disini dibuat menggunakan cetakan dari benda aslinya,bukan pahatan". Ketika akan membayar kutanya kapan kira2 pemilik toko ini membuat patung yang baru lagi,dan kasir itu menjawab. "Sepertinya sebentar lagi dia mau membuat patung yang baru, dia baru saja menemukan cetakan yang pas untuk patung barunya lagi" sambil tersenyum kepadaku.

Cerita 20:

Aku telah kehilangan tiga orang isteri. Ketiganya tewas karena alkohol. Kau tahu? alkohol itu sungguh sangat-sangat berbahaya!!.
Isteri pertamaku adalah seorang pecandu alkohol, dia sangat gemar meminum wine. Setelah dua tahun pernikahan kami, dia menderita keracunan alkohol yang berujung pada kematiannya.
Aku menikah lagi dengan seorang wanita. Ternyata dia juga sangat menyukai wine, kematian isteri ke dua ku juga karena alkohol.
Untuk ketiga kalinya aku menikah dan untuk ketigakalinya pula aku kehilangan isteriku. Dia tewas dengan cara yang berbeda. Lehernya patah ketika dia jatuh dari tangga rumah kami. Kau tau? dia tidak sedang mabuk. Dia selalu menolak meminum wine.

Cerita 21:

Malam itu kami berempat sedang melakukan perjalanan dan kami tersesat di sebuah hutan, kami perhatikan hutan ini memang aneh, daritadi kami selalu melihat beberapa peti kayu berserakan dimana mana, hingga akhirnya kami bertemu seorang nenek tua dan mengajak kami untuk menginap di penginapan kecil miliknya. Keesokan harinya aku pergi ke sebuah pasar dekat situ untuk membeli perbekalan buat kami untuk melanjutkan perjalanan kembali. Saat hendak ingin membayar, aku mendengar masyarakat sekitar sedang membicarakan mayat mayat yang tidak dikenal dibuang disebuah hutan sekitar situ, aku pun bertanya apakah hutan itu adalah hutan yang kami lewati semalam. Dan benar, hutan itu hutan yang kami lewati semalam, pantas saja, kemarin banyak peti peti dan ternyata peti isi berisikan mayat. Salah seorang bapak berkata kalau pelakunya adalah seorang wanita tua yang dalam sehari itu selalu membunuh 3 orang dengan meracuninya makanan dan membuang mayatnya dihutan tadi. Malamnya sebelum kami makan malam, aku izin untuk keluar sebentar ke pasar tadi, aku menyuruh teman temanku untuk makan malam duluan. Dipasar aku membeli sesuatu yang aku lupa untuk membelinya tadi pagi. Saat aku kembali aku melihat teman temanku sudah tertidur lelap di ruang makan. "Dasar, habis makan malah ketiduran, kekenyangan kali ya" fikirku. Aku pn langsung menuju ruang tamu dan alangkah kagetnya aku, aku melihat 3 buah peti yang sepertinya pernah aku lihat di hutan kemarin.

Cerita 22:

Seorang gadis kecil sekarat karena penyakit yg di deritanya. Ibunya diberitahu dokter umur putrinya tak lagi panjang. Suatu hari seorang pekerja sosial mendengar cerita ini, dan bertanya kepada ibunya "Apa yang bisa kami bantu untuk putri anda?", "Aku cuma berharap putriku bahagia menjelang kematiannya" kata sang ibu. "Mungkin kami bisa membantu, biasanya anak yang sakit bisa kembali ceria jika bisa bertemu selebriti idola nya", "Ya aku percaya itu bisa membantu" kata si ibu, "Siapa penyanyi favorit putri anda?", tanpa ragu si ibu menjawab "Justin Bieber!".
Sang anak begitu girang kedatangan Justin Bieber, Justin bertanya kepadanya "Apa yang sangat kau inginkan saat ini? katakan padaku, aku akan mengabulkan semua permintaanmu", sambil menangis sang gadis kecil menjawab "Yang aku inginkan hanya terbebas dari sakitku, punya banyak teman baru, dan bisa bermain lagi". "Aku janji akan mengabulkan semuanya" jawab Justin.
Beberapa menit kemudian, sang gadis kecil terbebas dari sakitnya, dan setelah itu dia tidak pernah sakit lagi. Dia di kembalikan kepada ibunya, tidak lagi terkurung di kamarnya, punya banyak teman baru, dan bermain dengan orang-orang sepanjang waktu.
Sementara Justin Bieber dimasukkan ke dalam penjara.

Cerita 23:

Namaku Greham, aku adalah orang yang biasa saja. Aku memiliki hobi bermusik tertutama bermain piano. Selama aku hidup, aku mengidolakan seorang pianis ternama di negeri ini, dia bernama W Noven Deeth Gubavil. Entahlah aku sendiri tak mengerti apa kepanjangan dari huruf W di depan namanya itu, tapi aku rasa itu nama panggung yang ia gunakan semenjak konser pertamanya sukses beberapa tahun silam.

Hari ini Gubavil akan mengadakan konser terakhir dalam rangkaian tur keliling dunianya, Ya kota ku menjadi destinasi terakhir konsernya. Tentu aku tak ingin melewatkan kesempatan ini, aku ingin melihat idolaku. Malamnya aku bersiap-siap untuk berangkat ke konsernya. Sesaat setelah keluar rumah aku melihat malam begitu cerah dan bulan purnama bersinar terang. "Hari ini akan menjadi kenangan yang paling indah dalam hidupku" gumamku. 

Akhirnya aku tiba di gedung pertunjukkannya. Gedung itu terlihat tua karena memang di bangun pada zaman pertengahan. Dari 1000 kursi yang disediakan hanya 1 kursi yang tak terisi. Tak lama konser pun dimulai, Gubavil memainkan piano nya dengan sangat indah. Tak terasa waktu telah menunjukkan pukul 23.57 tiga menit lagi adalah penutupan rangkaian konser, sebagai puncaknya Gubavil akan memainkan salah satu lagu dari komposer kenamaan dunia. Tepat pukul 00.00 dia mulai memainkan lagu itu dengan piano dan di iringi oleh biola. Sejenak aku melihat penampakan bulan purnama yang bercahaya terang di jendela yang berada di langit-langit gedung pertunjukkan. "Ahh, lagu ini memang luar biasa ketika dimainkan dengan piano dalam keadaan malam ini. Ini adalah lagu yang indah untuk mengakhiri ini semua, ya yang terakhir".

Cerita 24:

Malam ini adalah malam minggu. Malam yang indah untuk pergi ke luar bersama pasangan entah itu pergi nonton di bioskop, jajan di warung bakso, atau hanya sekedar window shopping dan nongkrong di taman.
Tapi malam minggu kali ini lain daripada malam minggu yang lain. Bagiku malam minggu kali ini benar-benar suram. Bagaimana tidak hujan mengguyur tempat tinggalku sejak sore tadi. Memang sih hujan kali ini tidak mengikut sertakan sang petir tapi percayalah ini bukan waktu yang tepat untuk keluar.
Angin di luar sebenarnya juga tidak terlalu kencang hanya saja hawa dingin yang dibawanya sangat menusuk kulit. Beruntung aku berada disini, di dalam rumah yang begitu nyaman. Sebuah rumah yang baru kubeli 2 bulan lalu. Aku membelinya karena tuntutan pekerjaan, harganya begitu murah untuk seukuran rumah seperti ini. Aku tak tahu kenapa itu bisa terjadi, desas-desus rumah ini dijual murah karena angker tapi sepertinya itu hanya omong kosong. Pasalnya selama aku disini aku tidak merasakan ada yang aneh.
Saat ini aku berada di dalam kamar. Tepatnya di atas tempat tidur empuk dengan sebuah bantal dan guling dengan warna sama, pink. Hehehe aku lelaki tulen tapi harus aku akui warna tersebut nyaman untuk tidur. Aku sedang bersms ria dengan pacarku, yah buat tombo kangen karena tidak jadi malming bersama. Sedang asiknya aku smsan tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar. Aku heran siapa yang datang saat hujan seperti ini. HP kuletakan di atas bantal dan akupun pergi menuju pintu.
Aku membuka pintu dan begitu terkejutnya aku setelah mengetahui tidak ada siapa-siapa di luar. Kutebar pandanganku untuk mencari tahu siapa yang mengetuk tadi. Tidak ada, benar-benar tidak ada orang bahkan suarapun tak ada yang ada hanya suara hujan yang tak kunjung henti ini.
Aku kembali masuk ke dalam setelah mengetahui tidak ada siapa-siapa diluar. Aku pergi sebentar ke dapur untuk minum, hingga akhirnya aku menyadari sesuatu yang aneh. Udara di dalam mendadak dingin tapi aku tetap positif thingking barang kali ini terjadi karena aku baru dari luar.
Aku masuk kembali ke dalam kamar, sial udara di kamar justru semakin dingin. Akupun mengambil selimut dan melanjutkan sms. Sial lagi bagiku karena pesanku tidak bisa terkirim, sinyalnya mendadak hilang padahal tadi sinyalnya masih ada meskipun turun hujan. Aku jadi merinding, ketukan pintu, hawa dingin, sinyal hilang. Tidak tahan langsung saja kupejamkan mataku untuk tidur. Mungkin memang malam ini aku ditakdirkan untuk beristirahat lebih awal. Sebuah selimut, guling putih yang empuk, serta hawa yang dingin membuatku cepat terlelap. Good bye malming suram

Cerita 25:

Aku bekerja sebagai programmer di perusahaan Multimedia, karena jarak antara rumah dan kantorku sangat jauh jadi aku harus berangkat ke kantor setiap pukul 4 pagi dan kembali ke rumah pukul 10 malam. Rumahku berlantai 3 dan saat ini hanya aku dan anaku yang menempati di lantai teratas, Ketika aq pulang dan lekas mandi anaku berteriak memanggilku, setelah kudatangi ternyata anaku kaget karena ada monster di jendela, saat kubuka jendelanya ternyata itu adalah hanya dahan pohon, akupun menenangkan anaku lalu ke kamar tidurku, menutup semua jendela dan tidur. Tetapi baru saja sepuluh menit terlelap kembali aq terbangun karena anaku memanggil kembali bahwa ada moster di jendela, akupun membuka jendela dan memang hanya ada dahan pohon disana, mungkin ini yang dilihat anaku sebagai monster, pikirku, dan aku langsung memasang gorden yang tidak bisa dibuka agar anaku tidak melihat ranting itu lagi. Akupun kembali ke kamarku dan kulihat ternyata memang dahan pohonnya sudah mencapai jendela, besok akan kutelepon tukang kayu untuk menebangnya, ucapku dalam hati. Esoknya aq hubungi penebang kayu temanku untuk menebang pohon di rumahku, dua jam kemudian temanku meneleponku bahwa semua pohon besar yang hanya berjarak 50 meter di belakang rumahku sudah ditebang, akhirnya nanti malam aku bisa beristirahat dengan tenang, ucapku.

Cukup sekian cerita yang bisa saya Post, doain aja To Be Continue [...]

CERITA JANGGAL Bag. 1 s/d 10



Cerita 1:  

Namaku Leo, aku adalah seorang penggemar cerita horor. Aku adalah anggota klub misteri di sekolahku. Klub ini menarik hanya saja peminatnya sangat kurang, aku selalu menghabiskan waktu ku dengan membaca cerita horor di bangunan tua terbengkalai di belakang sekolah sendirian. Betapa senangnya hatiku saat mengetahui ada 3 orang siswa baru yang memasuki klub misteri ini. Suatu hari, aku memutuskan untuk menguji nyali 3 orang adik kelasku yang baru memasuki klub misteri ini. Tidak seperti uji nyali yang biasa disiarkan di televisi, uji nyali versi kami ini hanya bercerita horor sambil membawa sebatang lilin yang menyala, dan setelah kami selesai bercerita kami akan memadamkan api dari lilin tersebut satu persatu. Konon saat semua lilin padam akan muncul sosok misterius yang mengerikan, mendebarkan bukan? Hari kamis malam kami berkumpul di bangunan tua di belakang sekolah, setelah semua berkumpul, lilin dinyalakan dengan sebatang korek api, dan kami pun mulai bercerita. Kami semua menceritakan cerita-cerita yang berdasarkan kisah nyata agar suasana semakin mencekam. Ada yang bercerita tentang seorang arwah suster gila yang meneror pasien di rumah sakit, ada yang bercerita tentang seorang psikopat bersenjatakan kapak yang meneror satu keluarga, ada juga yang menceritakan kejadian tentang kematian seorang kakak kelas yang pernah terjadi di tempat ini, aku sendiri bercerita tentang sekelompok pemuda yang diteror oleh sosok misterius setelah mencoba untuk menguji nyali mereka. Saat aku hendak mematikan lilin, seorang penjaga sekolah memasuki gudang tua tempat kami berkumpul, kami sangat terkejut karena ia membuka pintu dengan keras. "Hei sedang apa kalian bertiga disini!? ini sudah malam tahu! bahkan sudah lewat tengah malam!" teriak si penjaga sekolah. Tanpa pikir panjang kami pun langsung kabur sebelum masalah menjadi semakin rumit. Yah, ternyata sosok mengerikan yang muncul itu adalah seorang penjaga sekolah, tapi hal itu cukup mendebarkan bukan? .


Cerita 2: 

Akhir-akhir ini aku mendapati bahwa anakku memiliki kemampuan aneh. Ia memiliki kebiasaan mengacungkan jarinya pada wajah seseorang sewaktu-waktu. Suamiku dan aku menyadari bahwa, jika anakku mengacungkan jarinya pada wajah seseorang seperti itu, berarti orang tersebut akan meninggal tiga hari kemudian. Tahun lalu ia mengacungkan jarinya pada kakeknya, dan pada tiga hari kemudian kakeknya meninggal karena serangan jantung. Beberapa bulan yang lalu, dia mengacungkan jarinya pada aktris terkenal yang ada di majalah. Tiga hari kemudian aktris tersebut meninggal dalam kecelakaan mobil. Hari ini, ketika aku akan menyalakan televisi, anakku mengacungkan jarinya tepat kearah layar. Ketika kunyalakan televisinya, terlihat di layar bahwa Presiden sedang menyampaikan pidatonya. Aku tidak percaya bahwa Presiden akan meninggal pada tiga hari kedepan, tetapi prediksi anakku memang tidak pernah meleset.

Cerita 3:

 Pada suatu malam aku diajak oleh kedua temanku untuk berburu hantu di sebuah rumah tua dimana dulunya pernah terjadi pembunuhan. “Aku dengar si pembunuh menjagal orang-orang ini” kata salah satu temanku. “Pasti arwah mereka benar-benar marah”
“Ya, aku dengar ini adalah pembantaian massal” sahut temanku yang lain. “Rupanya, si pembunuh mencongkel mata sang suami dan membacok sang istri dengan pisau yang besar. Kemudian dia mencekik anak-anaknya hingga tewas.”. “Apakah kalian benar-benar serius?” tanyaku, “atau kalian hanya menakut-nakutiku saja? Kalian tau betapa takutnya aku terhadap hantu.” 
Pintu depan pun kami buka, kami berjalan sambil berpegangan tangan karena di dalam sana gelap total dan kami hanya berbekal satu lampu senter. Kami menelusuri ruang tamu dan dapur, kemudian turun ke ruang bawah tanah dimana pembunuhan keji tersebut terjadi. Kami masih bisa melihat dengan jelas darah bercipratan di tembok. Tempat ini memang benar-benar mengerikan, tapi kami tidak melihat satupun kejanggalan atau sesuatu yang aneh. Pada saat keluar dari ruang bawah tanah, aku bertanya kepada temanku.
“Aku tidak melihat satupun hal yang aneh, bagaimana dengan kalian?”
“Aku tidak”
“Aku juga tidak”
“Akku tidak melihat apapun” 
Jadi memang benar-benar tidak ada hantu, aku merasa lega.

Cerita 4:

Aku dan isteriku menghabiskan liburan panjang kami untuk berlibur ke Inggris. Suatu perjalanan panjang yang harus kami tempuh dari New York untuk menuju ke London. Kami menginap di suatu hotel di pinggiran kota untuk melepas lelah usai perjalanan. Pada malam harinya di saat kami tidur,kami terbangun oleh suara bising dari luar. Aku melihat ke luar jendela dan mendapati bahwa banyak polisi diluar sana. Mereka berteriak kepadaku bahwa telah terjadi sebuah perampokan dan pembunuhan pada lantai dua. Aku menginap di lantai tiga, dan melihat polisi telah memblokade lift dan tangga. Si pembunuh terjebak dan tidak akan bisa turun ataupun naik ke lantai atas, jadi kami tidak berada dalam bahaya. Aku dan istriku akan kembali tidur. Aku berharap polisi dapat menangkap pembunuh tersebut.

Cerita 5:

 Pada suatu malam isteriku diserang oleh seoarang perampok ketika aku sedang dalam perjalanan pulang sehabis lelah bekerja. Isteriku menusuk perampok tersebut dengan pisau yang sedang dibawanya dan membunuhnya. Setelah menyelidiki kasus penusukan tersebut, Polisi menyatakan bahwa itu adalah perlindungan diri yang dilakukan oleh wanita tersebut. Ketika aku akan menjemputnya dari kantor polisi, dia mengatakan, “Ketika aku mendengar bel pintu kupikir itu adalah kamu, tetapi ternyata adalah perampok bertopeng yang langsung masuk segera setelah aku membuka pintu!” sambil memeluknya dengan erat, aku mengatakan “Kau pasti sangat ketakutan, paling tidak sekarang kau aman.”

Cerita 6:

Aku sangat ketakutan semalam, setelah aku membaca cerita yang sangat menakutkan pada suatu website. Yang lebih parah lagi aku sendirian di rumah karena orang tuaku pergi ke luar kota. Jadi, Aku menyalakan lampu di kamarku dan pada seluruh koridor yang menuntunku menuju kamar mandi, itu membuatku merasa lebih baik. Satu-satunya hal yang menakutkanku adalah ketika aku selesai mandi dan kembali. Aku menyalakan lampu kamarku, dan pada saat bersamaan seekor kucing melompat ke atap rumahku dan membuat suara gaduh di dekat jendela kamarku. Hal itu membuatku terkaget-kaget...

Cerita 7:

Beberapa hari yang lalu pacarku mengirimkanku e-mail dengan sebuah video sebagai lampirannya. Ketika ku tonton video tersebut, aku dibuat takut. Video tersebut menayangkan bagaimana pacarku melakukan bunuh diri, diawali dengan dia mengikatkan tali di sekitar lehernya dan melompat dari kursi. Mengapa pacarku mengirim sesuatu yang aneh seperti itu?? Upacara pemakamannya diselenggarakan besok, tetapi karena alasan tertentu aku tidak mau hadir, tapi aku sangat menyesali kepergiannya

Cerita 8:

Aku telah bebas dari penjara minggu lalu. Sebelumnya, aku telah membunuh empat orang, dan aku juga telah menyesali peerbuatanku. Alasan mereka membebaskanku adalah karena mereka mengatakan bahwa aku telah sembuh. Ayah dan Ibuku tidak bekerja, mereka menghabiskan waktunya duduk di ruang keluarga di rumah. Kakak perempuanku berdiam diri di kamarnya sambil mendengarkan radio. Dia sudah berhenti kuliah. Sebelum aku masuk penjara, aku selalu bermain bersama adik laki-lakiku setiap waktu. Sekarang ia hanya tidur di depan televise. Tak seorangpun dalam keluargaku bicara kepadaku lagi. Aku merasa kesepian. Aku harus membuat makanan sendiri dan mulai mencari pekerjaan.

Cerita 9:

Belajar untuk menjadi seorang dokter benar-benar memerlukan kerja keras, tetapi aku mendapatkan nilai sempurna pada tes otopsi pada hari Jum’at lalu. Tetapi semua itu berkat bantuan dari teman sekamar saya. Aku berharap dapat berterimakasih kepadanya, tetapi dia sudah tidak bersama kami lagi. RIP Jacob.

Cerita 10:

Pada akhir perang di Irak, seorang tentara Amerika menelpon kedua orang tuanya di kampung halamannya. “Hai Ayah dan Ibu” kata tentara tersebut. “Mereka akan mengirimku pulang dalam beberapa hari. Ketika aku pulang, maukan kalian mengurusku hanya untuk beberapa saat saja?”
Orang tuanya merasa sangat senang mendengar berita bahwa anaknya akan pulang ke rumah. “Tentu saja!” balas ayahnya. “Kau bisa tinggal bersama kami selama yang kamu mau”. Lalu anaknya berkata “Salah satu temanku tidak memiliki tempat tinggal untuk dituju, dan apakah Ayah dan Ibu keberatan jika ia ikut tinggal bersama kita sebentar saja?”. “Tidak apa, temanmu selalu kami sambut dengan baik untuk tinggal di rumah” kata Ibunya. “Tetapi ada yang harus kalian ketahui” kata anaknya. “Temanku itu habis menginjak lading ranjau saat kami berperang. Dia kehilangan kedua tangan dan kakinya.” 
Setelah berdiam cukup lama Ibunya mengatakan “Baiklah, tidak apa-apa jika hanya beberapa hari, tetapi sangat merepotkan untuk mengurus orang cacat. Itu akan menjadi beban bagi kami. Mungkin akan lebih baik jika kau dapat menemukan rumah sakit untuk sekumpulan veteran perang.” Mendengar hal tersebut, tanpa basa-basi si anak langsung menutup telponnya. 
Keesokan harinya, orang tuanya mendapat telepon dari komandan pasukan anaknya. Dengan sangat menyesal ia mengatakan bahwa anaknya bunuh diri. Mendengar kabar tersebut, orang tuanya kecewa. Beberapa hari kemudian, mayat anaknya dipulangkan ke Amerika menuju rumah orang tuanya. Ketika orang tua anak tersebut membuka peti matinya, mereka langsung menjadi sangat sedih dan menangis tersedu-sedu.